Dalam panas kau laksana salju..
Dalam semi kau laksana hujan…
Dalam gelap kau laksana bintang…
kenapa cinta kita harus dibatasi oleh peradaban…
segala kasih sayang kita harus dibatasi adat….
semua bentuk pertemuan kita harus dihalangi oleh keyakinan…
apakah ketika aku terlahir sebagai lelaki akan menjadi sahabatmu?
apakah ketika aku terlahir menjadi perempuan akan menjadi saudaramu?
ataukah ketika aku terlahir satu keyakinan akan menjadi sepasang kekasih?
kekasih apa arti belahan jiwa bagimu? jika kau biarkan jiwa ini remuk tak bertuan…
kekasih apalah arti urat nadi bagimu? jika kau biarkan kulit ini terluka hingga menyentuh tulang…
kekasih jangan biarkan waktu yang menasihati kita, karna kita bukanlah laila dan majnun..
kekasih jangan biarkan kita tenggelam dalam peradaban karna kita bukanlah romeo dan juliet…
kekasih!! apakah kau ingin kita seperti isabel dan panglima perang itu?? menjalani hidup terakhir mereka dalam kelemahan cinta karena keyakinan yang tak sejalan….
oh kekasih….aku hanya ingin menjadi yang tersimpan dalam kebahagiaan disisi jiwamu, dialiran nadimu dan dilerung hatimu….








Pingback: Cerita Tante girang